Terjadi sekitar 2006 kalau tidak salah. Mungkin pada waktu itu kamu ingin tahu seberapa dalam perasaanku. Namun kamu nampat terkejut dan kecewa ketika aku menjawab, "Aku akan melanjutkan hidupku. Biar bagaimanapun hidup ini terus berjalan."
Kemudian pada 2010, sore tadi tepatnya, berbalik aku tertegun mendengar kamu mengatakan kalimat yang nyaris serupa dengan yang kukatakan beberapa tahun silam.
![]() |
| Apollo and Artemis |
Bagaimana bisa hidup kita ini berjalan terbalik, berlawanan begini. Ketika kamu berhasil memegang kendali atas hatimu, aku malah sebaliknya. (apa ini? prinsip yin-yang? atau mars & venus??) Ini seperti Benjamin Button. Tiba-tiba aku pusing dan mual memikirkannya. Karena, aku yang sekarang tidak lagi berpikir seperti dulu. Melepaskanmu, aku lebih memilih mati. Bukan mati dalam artian bunuh diri. Tapi saat itu aku akan berdoa, "Kalau memang sudah selesai, tolong persingkat saja umurku."
Benar, penyakit ini sudah separah itu. Kamu bisa bilang otakku sudah rusak.
Aku tidak tahu apa yang terjadi. Aku tidak mengerti, bahkan aku tidak lagi berpikir. Yang kutahu, perasaanku ini sudah tidak terbendung lagi.
